Penjara Tempat Mengenang
Aku bersalah!
Sumpah mereka terhadap prilaku dari apa yang terlihat.
Ketidak mengertian aku akan benar salah bagi mereka,
menjerumuskan prilaku baik yang melekat untukku ke sifat terendah,aku penjahat.
Terkurung tanpa cahaya,bermandikan kotoran,kini aku berwujud pendosa bagi manusia.
Aku berpikir,dan mereka berpikir,
tapi perbedaan selalu terampil menafsirkan pelangi pikir.
Diantara kombinasi warna di hidup,
mungkin warna yang kupilih paling kontras diantara warna para pelukis kehidupan ini,
tak bisa bersama,aku yang terbuang.
Semakin aku bingung mengolah tiap sel-sel otak hingga menghasilkan satu kesimpulan,
semakin aku terluka akan jiwa terlelap.
Di sini,tempat pendosa di mata manusia,terdapat rantai makanan terpadat di dunia,
aku yang baru,aku diurutan pertama.
Menatap esok yang masih terlelap,
hanya menatap gelap berhiaskan bola mata,seakan malam yang dilindungioleh ratusan bintang.
Ketika esok datang,aku masih sendiri.
Dan mereka yang menjerumuskan aku di tempat gelap ini hanya diam,
temanku bahkan yang mengenalku hanya diam.
Dan aku bagaikan sampah,dimana mereka butuh,menyentuhnya,
setelah itu hanya secuilsampah yang terlupa.
Dan hanya aku,sendiri memikirkan kebersamaan,
di balik dinding kotoran sandaran tubuhku,
hingga pijakan kakiku yang kaku.
Di tempat ini,dinamakan penjara,
merupa bagiku tempat mengenang yang ingin ku lupa yang telah melupakan.
Sial!Aku kembali lagi,
diantara para pendosa dan terbuang.
4 comments:
pergh! dalamnya ayat! pwr pwr pwr :D
kamu faham yeah maksudnya
hehe
:)
sgt blurr
:D
wooo..this is the deepest words.. :)
Post a Comment